I am Officially A Mother !!
Now What ?
Now What ?
Alhamdulillah... Aku sekarang jadi seorang Ibuuu!!! Seorang I-B-U !!! Yipppiieee...!!!
Apalagi kalau diperhatikan, perawakan Kinanti ketika lahir, mirip dengan Sarah. Yang jelas, mirip atau enggak, Sarah tetap tak tergantikan..
Lama-lama Sarah pun semakin jarang datang ke alam mimpi.
Jangan takut Sarah... tidak seorang pun di keluarga, akan melupakanmu Nak..
Aku pikir, kalau sudah menjadi seorang Ibu, semuanya bakal lancar dengan sendirinya. Bakal bisa egala seuatu tentang anak dengan sendirinya. Ternyata TIDAK!! Jauh banget dari perkiraanku sebelumnya.
Tapi ... kenapa kalau lihat orang tua dulu kok adem ayem aja yah..? maksudnya ya biasa aja gitu, seperti yang gak pernah riweuh. Halah.. Maaf deh kalau bahasanya campur aduk.
Aku mengalami yang namanya Baby Blues syndrome.
Padahal sebelumnya aku pernah baca sekilas tentang baby blues ini, tapi nggak sadar kalo aku sedang mengalaminya. Sadarnya pas aku nengokin adik iparku yang melahirkan. Hihihi.. dasar..
Begitu Kinanti lahir, aku tinggal di rumah Mamah, ibu dari Baba (suamiku). Aku paling gak suka nyebut mertua, karena buatku, kalau sudah menikah, aku punya 2 pasang orang tua, yang keduanya sama pentingnya buat aku. Aku tinggal dengan Mamah, dengan pertimbangan lokasi kerja Baba, kasian kalo Baba jauh dari anaknya yang emang udah ditunggu-tunggu.
Nah, kebetulan kebiasaan Mamah dan kebiasaan atau apa yang aku terima dari orang tua dan nenekku tentang seputar dunia habis melahirkan jauh bertolak belakang.
Misalnya, kalau kata nenekku, sehabis melahirkan gak boleh diem aja, harus banyak gerak, biar darah kotornya keluar semua.
sementara kata Mamahku, sehabis melahirkan, gak boleh gerak kemana-mana.
bahkan makan pun diambilkan. Biar organ kewanitaannya tetep seperti gadis. Yaa, pokoknya intinya ke arah sana deh.
Mamahku bilang, harus banyak makan, untuk pemulihan juga, untuk menyusui juga.
Orang tuaku bertanya : kapan kurusnya?
Homaigoooooot!! Pusing pusing pusiiiing!!
Belum lagi salah paham sama Baba..
Setiap Kinan menangis agak lama dikit, langsung manggil Mamah. Langsung mamah yang take over.
Aku mikirnya waktu itu: yaa, aku tau sih aku ibu baruu, belum punya pengalaman apapun. Tapi kalo gak dibiarkan belajar, gimana mau bisaaaa???!!!
salahnya, aku gak bilang ke Baba. semua aku pendem sendiri.
Alhasil, yellow mellow dellow gitu deh... nangis bombay tengah malam. Terisak-isak nahan gak ada suara, sampe pagi.
Pas keluar kamar, mata yang belo jadi sipit kayak orang Cina (maaf, gak ada maksud SARA yaa). Mata bengkak segede bola tenis (hiperbola kali yee..)
Rasanya pengen kabuuuuur aja.
Akhirnya suasana jadi gak enak. Baba bersikap seperti itu, karena kasihan sama aku, takut terlalu capek, dan gak mikir yang macem-macem selain itu.
Huff... gimana ini. Padahal Mamah orangnya baik luar biasa. Gak ada bedanya anak sama menantu, sama aja.
Akhirnya aku minta untuk menempati rumah sendiri yang sebelumnya hanya sebagai 'tempat singgah' saja. lebih sering jadi kutu loncat ke rumah ortu masing-masing.
Ternyata setelah menjadi seorang Ibu, banyak hal baru yang harus dipelajari. Betapapun banyaknya ilmu dan informasi yang kita punya sebelum dan selama kehamilan, ada satu yang gak kalah penting, justru menurutku yang paling penting dari semuanya: KOMUNIKASI.
Komunikasi dengan suami, keluarga besar, semuanya berpengaruh besar terhadap (terutama) emosional seorang ibu. baik ibu baru atau lama. Hubungan yang baik antara anggota keluarga, dalam arti saling mengerti, memahami, menghargai, dan menghormati, menciptakan keadaan emosi yang baik untuk sang Ibu.
Bila emosi Ibu baik, maka insya Allah semua tingkah laku terhadap anak pun BAIK.
Bila perilaku ibu BAIK, insya Allah anak pun akan tumbuh dan berkembang dengan BAIK.
Itulah my first lesson dalam PMSI (Perjalanan Menjadi Seorang Ibu)...
Bersambung insya Allah....
Stay Cool and Lovely,
Bubu.
Stay Cool and Lovely,
Bubu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar